Namun, jembatan apung ini hanya dapat beroperasi saat musim kemarau. Ketika musim hujan, arus sungai menjadi terlalu deras, sehingga jembatan harus ditutup. Sebagai alternatif, Priyono menyediakan penyebrangan menggunakan perahu.
Perahunya yang berukuran 4 x 13 meter dapat menampung lebih dari 20 sepeda motor atau tiga mobil pikup dalam satu kali penyeberangan, dengan tarif yang sama, yakni Rp 2 ribu.
"Ketika musim hujan, air sungai naik, jadi kami beralih menggunakan perahu," tutupnya.